Minggu, 19 September 2010

AIR MATA

Aku melihat mata hatimu menangis

ingin rasanya ku membasuh air matamu

agar luka itu kering

agar luka itu sembuh.........

sehingga kau bisa melukis pelangi

di ruang kedua matamu

di birunya mata air.............

tanpa air mata lagi

lalu aku hirup mata airmu

hingga kehausan rindu ini tetap tergenangi


(Jakarta, 17 September 2010)

CINTA PUTIHKU

Didadaku ada segunung cinta untukmu

kendati badan terasa lemah kuangkat

namun terasa ringan kuterbangi

karena ada jiwa yang sarat

terlalu banyak rasa sakit

rasa perih…….

rasa letih……...

tetapi sungguh nikmat rasa itu

amat banyak menyentuh

mampu menaklukkan dendam…….

mampu mendamaikan benci……….

menembus ruang dan waktu

adalah sesuatu yang karenanya jiwa terbebani

dengan beban yang berat

aku tetap tegak berjalan

tanpa berpaling……………..


sajak khusus buat Bunda
(Jakarta, 10 September 2010)

Senin, 13 April 2009

PERMOHONANKU

Mohon jangan berpaling dariku
walau aku bersujud di atas sajadah
bukan di tanahmu yang berdebu

Mohon jangan menolak cintaku
walau langkahku di atas terompah
meskipun tanah dan debu
adalah asalku
adalah milikmu

(Pondok Petir, 17 Nopember 2008)

SETANGKAI BUNGA ANGGREK

Setangkai anggrek jingga
Mekar dalam senja
Siapa menyapa?

Setangkai anggrek biru
Mekar dalam taman
Siapa meminang?

Setangkai anggrek ungu
Layu dihatiku
Tak kusiram….

(Pondok Petir, 27 Oktober 2008)

MENGENANGMU

adalah suara-suaramu
senantiasa luruh di dedaunan kalbu
di rerimbunan rindu
dalam tiap detik waktu

adalah tatap-tatapmu
jarum-jarum gerimis menghujam
ditiap ratap
dan harap kehilangan batas waktu

maka biarkanlah aku
meniti dibalik sunyi
mengenangmu………….

(Pondok Petir, 13 September 2008)

HARAPANKU 2

ingin
angin malam
mendekap kesunyian
aku yang sendiri
berjalan dipersimpangan
bulan hilang
ditelan kelam awan
memandang lelap wajahmu
kuharap ada kepastian
manakala kau terjaga
di keesokan fajar


(Pondok Petir, 17 Agustus 2008)

PERTEMUAN 5

Bermula dalam impian terbenak dalam duka
Antara dekat dan jauh tiada berbeda
Kata perpisahan nan akan merajut kembali
Lama menanti isyaratkan takkan kembali
Menikmati waktu berputar……………………..
meniti hari demi hari terlampaui
Kau yang kini menjadi kenangan
Entah sampai kapan masa ini berakhir
Hanya faktalah saksinya
Tujuhbelas tahun berlalu begitu pesat
Akhirnya kembali dengan bekal menjalin kebersamaan……………..

(Pondok Petir, 17 Agustus 2008)

Sajak ini dibuat khusus untuk warga Reni Jaya Pondok Petir Sawangan Kota Depok.......selalu bersatu !