Sabtu, 06 November 2010

RINDU 3

Hembusan angin sendalu

di bawah hujan menderas tajam

saat ini..........

mengiring getar emosi

mengantarkan gelora renjana

nan teramat sangat......

adalah gumpalan rasa

berpacu dalam waktu

tiada tertahankan

aku rindu............

(Jakarta, 27 Oktober 2010)

PERTEMUAN 7

Subhanallah…….

betapa indahnya kau ciptakan dunia ini

kata yang terucap dari mulutku

yang kelu saat itu


waktu itu……

ketika kau tiba

jantungku berdebar keras

saat ku terpana

terbayang kau menatapku

aku menghindari

aku mengumpat

aku menahan jiwa


lalu……..

ketika kau terlelap

jantungkupun berdegup kencang

saat ku leluasa

mulai menatapmu dalam keheningan

aku menjilat wajahmu dengan mataku

aku meneliti

aku mengagumi jiwa


dan……..

saat bermimpi

aku runggas dalam lelapku

kau menyentuhku

hingga terjaga tanpa sadar

kita menyatu dalam peraduan

kita mengerang

kita saling tersentak


Subhanallah…….

betapa indahnya kau ciptakan kenangan itu

kata yang terucap dari mulutku

yang masih kelu saat ini




Sajak khusus buat Nunil

(Jakarta, 27 Oktober 2010)

RINDU 2

Setelah senja bermega kelam

walau tanpa gemuruh

hening…….

tak ada angin

tak ada guntur

tak ada halilintar

tiba-tiba hujan merintik tajam

tiada henti……..


Lalu gerakku menjadi lengai

kaki bagai tak berpijak

langkahku yang tak searah lagi

mendadak terhenti

tak dinyana

kau jalan menghampiri

lepas kutanya makna rindu

tiada suara…..


Setelah malam larut bergerak

kendati tanpa bintang

hening…….

kumelangkah lagi

tanpa berpaling

tiba-tiba jiwaku runggas

kini kutahu makna itu

setelah aku jauh…………



(Jakarta, 26 Oktober 2010)

KEHENINGANMU

Detak jantungku selalu mengejar waktu

tatkala jalanku tak searah lagi

keterjagaanku kerap menggugah jiwa

mengingat kalbu yang tertitip jauh

apimu tak pernah padam

kendati benakku sudah hampir penuh

bayang-bayang rasa

potret-potret kasih

rindu-rindu tertahan

keheninganmu takkan membuatku sepi

selama aku masih belum dipanggil ..........



(Jakarta, 25 Oktober 2010)

Sabtu, 16 Oktober 2010

PESAN BUAT NUNIL 2

Bila bicara tentang sukma
sulit untuk kita tafsirkan

sesuatu yang tersurat

pula nan tersirat

kita tidak tahu itu...


Bila bicara tentang perasaan

akan terlepas semua ramuan

sesuatu yang sering menyelerakan

juga kian menghambarkan

kau telah tahu itu.....


Bila bicara tentang kehidupan

kita rangkai semua bunga-bunga

kita susun semua batu-batu

kita urai semua hati-hati

aku telah beri tahu itu…….


Bila bicara tentang kita

akan ada sukma dan perasaan

akan ada kehidupan

namun sulit menghindari sedih

hanya kita yang tahu.........


(Pondok Petir, 16 Oktober 2010)

Jumat, 15 Oktober 2010

PERTEMUAN 6

Ketika hari menjelang senja

mega jingga cerah

lelap memancarkan sinar lemahnya

karena bersuapun belum

melahirkan keresahan sukma

kencana mulai bergerak

rodapun berputar deras

jalan raya nan hangat terlindas

dengan kegelisahan hati

menghantarkanmu ke ujung timur…..


sementara......


Ketika mentari kembali keperaduan

laut biru jernih

mulai menguning kemerahan

hati senantiasa bertanya

menggetarkan jiwa sunyi

bergelut dengan cemas

berharap dengan cinta

ruang mulai dipersiapkan

dengan perasaan haru

kumenanti tanpa berkedip.......


akhirnya........


Ketika waktu lamban terlewati

mentari merah pagi

mulai menghangatkan pantai

fajar telah menyingsing

kencana tiba di taman sari

kau turun menjejak

aku menyambut suka

menciptakan sebuah pertemuan

mata hati

kita saling menatap

kita saling diam.........



Sajak khusus buat Bunda

(Jakarta, 15 Oktober 2010)

Kamis, 14 Oktober 2010

DERITAMU

Dua bulan silam…..

saat aku tanya padamu

ketika kau mengisyaratkan

ketika aku punya keinginan

ketika kau suka


kenapa deritamu bersembunyi dibalik senyummu


rembulan menjawab dengan sinarnya

bintang menjawab dengan kelap-kelipnya

mentari menjawab dengan panasnya

angin menjawab dengan hembusannya

awan menjawab dengan mendungnya

gunung menjawab dengan letusannya

sawah menjawab dengan hijaunya

lautan menjawab dengan ombaknya


kau menjawab dengan tangis…………



(Jakarta, 14 Oktober 2010)