Sabtu, 16 April 2011

KEMBANGKU

Takkan hinggap
dan tanpa kumbang
mesti sirna…….

Takkan risau
pada bulan-bulan
kerap gugur…….

Takkan janji
berbunga merah
pada kupu-kupu
pasti merekah…….


*Sajak khusus buat Kembang
(Pondok Petir, 16 April 2011)

SINGGAH KE DESA RANGKAT

Ke desa ini kau singgah
desa yang penuh hijau
dan tumbuhan dimana-mana
seakan menjadi saksi

berapa lama kau berjalan……….

Setiap sungai, hutan dan pegunungan
seperti hendak merebutmu
merunggasmu……….

Gemercik air-air sesekali meledak
laksana teriakan penghuni
di tubuh sawah telanjang membentang
kau bubuhi rasa cinta

Lalu kau mandi di pancuran
di liku batu-batu kepil
melewati……….

sampai di mana kau melangkah……….

Ketika tiba di pondok bening
yang sejuk damai
yang ramah ramai
tak dapat kau pungkiri
ke Desa Rangkat
hanya Tuhan yang hantarkan

(Pondok Petir, 30 Maret 2011)

Kamis, 03 Maret 2011

KEPADA NUNIL 2

Ada yang tertinggal padaku
setelah kulepas semua hasrat
setelah kau pergi sendiri
setelah aku tak tahu apapun
seperti yang ada dimatamu
suatu upaya melupakanku
untuk kebebasanmu
barangkali begitu….
rasa kasih nan abadi

Aku titip rasa itu padamu
biar tak ada gelap dalam hati
biar selalu ada nyanyian kalbu
biar ruh tetap terang benderang
walau langit tak pernah ada
tak pernah merah
tak pernah putih
tak pernah biru
kau pasti tahu itu……………..

(Pondok Petir, 14 Pebruari 2011)

MENUNGGU HUJAN REDA

Menunggu hujan reda
entah sampai kapan
kulupakan setiap rautmu
yang pernah datang

Pada setiap rintik hujan
yang jatuh mendetak
sentak sepiku dalam kalbu
menuliskan kata-kata
“Lamakah derasmu……..”

Pada setiap rintik-rintik hujan
yang kulihat sebagai barisan
seperti mengiring kepergianku
ketika grahapun jadi sampan
orang-orang sebagai pendayung
mengarung ke seribu arah

Barangkali gerimis
yang kini menjadi lebat
seperti sedang melihat
seperti sedang mengantar
diriku yang hanyut
hingga ke laut jauh……………

(Pondok Petir, 22 Januari 2011)

KEPADA YANG MAHA AKBAR

Kepada yang maha Akbar
harimau semua ilmu
pengambil ruh tiada ampun

Kepada Engkau yang amat dekat
datang dan peluklah aku
dalam dekapan dada lapangMu
dalam sinar rasa hatiMu

Terkamlah aku
rajanglah aku
santap kelamku
yang sangat gelap
yang mengalir dalam darahku

Hancurkan tulangku
lumat dan uraikan
seluruh wujud rendahku
tunjukkan muka asliku
biar dapat ku tatap murni
wajah kehidupan perkasa abadi sepertiMu

(Pondok Petir, 11 Januari 2011)

Jumat, 17 Desember 2010

PAGI YANG PALING INDAH

Pagi yang paling indah
adalah ketika kau tiba
saat kuterjaga dari mimpi
kendati sunyi senyap
dan hanya diiringi
desah nafas-nafas kita…….

Keterpanaan dan segala rasa
telah datang dengan serentak
mengunjungi kebahagiaan
walau tanpa suara
nan selalu diikuti
perasaan-perasaan serba salah…..

Pagi yang paling indah
adalah ketika kau ikut
saat kuajak ke taman wisata
masuk ke dalam rumah kaca
mesti tanpa cahaya
berusaha mencari jalan keluar................

(Jakarta, 15 Desember 2010)

REMBULANKU

Ketika rembulan tiba
segera kupandangi matamu
nan indah mempesona
menyorot melalui lorong hatiku
sukma gemulai berirama jiwa
damai…….

Ketika purnama datang
kulihat mata besarmu
laksana telaga bening nan sejuk
pembersih kalbu suci
jiwa rintihan gita kasih
mewangi……..

Ketika kuberanjak
melangkah perlahan-lahan
mulai meninggalkan jejak
mencoba menjauhimu
tak dinyana ternyata
kau tetap selalu mengikuti………

(Jakarta, 14 Desember 2010)