Rabu, 14 September 2011

TENTANG CAHAYA

Bulan satu melindas malam kelam gelisah
meredam riak yang bergelombang bayu
nyata terlihat jalin jari mengepal lunglai
terkuak perlahan bertemu di jeda kesejukan

Juga pada siang dengan matahari
tanah berdebu pun yang masuk dalam benak
terkikis tanpa rasa bagai kepompong bersalin

Juga pada malam dengan bintang
langit sedih pilu pun yang meracau galau
terkesima kelu bagai keagungan cakrawala

Merunduk berbisik menyela tanpa asa
masuklah penuhi kerontang pada sejuk nan merusuk

Diam terkurung dalam titik terjauh
akan keluar urung ketidakyakinan menghadang
tersisa debu beku yang galau membenak

(Pondok Petir, 13 September 2011)

BULATNYA REMBULAN

Malam ini kulihat rembulan
persis di atas kepala menengadah
wajahnya yang bulat
menyinari kampung halaman
pondok petir……..
lama kupandang bulatnya
ternyata sangat berbeda
dengan bulan yang lalu
melintas lamban di gubugku
mengingatkan perbincangan
saat sinarnya memecah kesunyian
yang lalu disambut beribu bintang

Malam larut semakin nyata
bergerak lincah dengan senyumnya
kepada alam nan ramai
turun langsung ke telaga
bentuknya menjadi lebih baik
dihembus angin sejuk
tiada bergeming
tetap bulat bagai purnama
sementara……..
suara-suara keributan
mendadak sirna di bawah sinar
burung-burung malam terbang tinggi
mengejar terang tanpa bintang

Malam cerah beri keterangan
kini tampak lebih sempurna
semua terkesima pada bundaran
bulan purnama raya masuk ke bumi
persis di atas kepala menengadah
cahayanya masuk ke ubun-ubun
menerangi gelap dalam benak
menjadi terang yang gemilang
lebih sekedar sinari kebenaran
lebih baik terangi kedamaian
sebuah hikmah perbedaan dalam
bulatnya rembulan…………….

(Pondok Petir, 12 September 2011)

Selasa, 13 September 2011

MALAM INDAH

Sejak mentari menarik sinarnya
langit mulai redup kemerahan
entah kapan semua itu mulai berubah
detik-detiknya tak pernah kurasakan
mega jingga tanda harus pulang
ke pondok berlampu dian
saat itu ngengat mencari sinarnya
karena gelap adalah waktu
awal kehidupan kelam……..

Namun saat rembulan menampakan bulatnya
langit hitam berwajah cerah
detaknya berdenyut lembut
ketika itu burung-burung menari
bintang-bintang menjadi saksi
kegembiraan hati di peraduan
api unggun terus berkobar
menyatukan rasa cinta
dalam pertemuan kita……..

(Pondok Petir, 11 September 2011)

KEMARAU PANJANG

Tanah-tanah gemeretak
garing berserak
sungai pun melumpur
kental menghitam
batu dan lumut mengerak
ringan tanpa sarat
sawah-sawah tinggal kotaknya
gili-gili rata bertanda
ladang-ladang tinggal retaknya
garapan jadi menguning
pohon-pohon tinggal batangnya
rantingpun kehilangan daun
rimba belukar gerah terbakar
badannya membentang gosong
langit keruh berkabut
udara menyesakan jiwa
hingga hawa panas mengganas
akhirnya……..
goresan tanpa tintapun jadi puisi
kehidupan tinggal debu-debu
hati perih menanti penghujan
lama tiada tanda-tanda

(Pondok Petir, 10 September 2011)

Rabu, 31 Agustus 2011

MAAFKAN AKU (2)

Maafkan aku……..
bila selama ini aku tidak dapat
menjadi kekasih
yang amat baik buatmu
untuk lebih tenang
untuk lebih sejuk
untuk lebih nyaman
kelihatannya……..
akan lebih tenang
akan lebih sejuk
akan lebih amat baik
jika kita tak bersama lagi

Maafkan aku……..
bila selama ini kita tidak bersama lagi
menjadi kekasih
yang tak berwujud
agar lebih tentram
kelihatannya……..
akan lebih baik lagi
jika kita saling memaafkan

Maafkan aku……..
bila sajak ini mengusik
hatimu kekasih
sejak kata tergores
hingga selesai tertulis
bahkan telah berkali-kali dibaca
hati itu masih tetap ada……..

Maafkan aku……..
bila hari ini masih berkata lagi
padamu kekasih
karena hari ini
adalah hari yang amat fitri……..

(Pondok Petir, 31 Agustus 2011)

Semangat Iedul Fitri 1 Syawal 1432 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Taqobbal Allahu Minna Waminkum Wataqabbal Ya Karim
Semoga Amal Ibadah Kita Semua Diterima Allah SWT.
Amin YRA.

Selasa, 30 Agustus 2011

KEMBALI KE FITRAH

Ketika rembulan mulai tampak
malampun cerah benderang
dihiasi cahaya seribu bintang
diiringi gema berjuta takbir
suara-suara insan teladan
penerima rachmat
nan meraih pengampunan
masuk ke area pembebasan
kebesaran Sang Pencipta

Saat mentari mulai tiba
melewati waktu subuh
dihiasi daun berkilau embun
diiringi gema berjuta takbir
suara-suara para pemenang
yang sujud memohon ampun
serentak di padang suci
tanah nan lapang milik
kebesaran Sang Pengasih dan Penyayang

Setelah matahari naik mengambang
sinarnya menyoroti punggung putih
kupohonkan jiwa kembali
nan suci seperti semula
untuk saling memaafkan diri
ikhlas kepada sesama
guna tunduk dan patuh
pada kebesaran Ilahi

Ketika rembulan mulai tiba
mentaripun mulai tampak
setelah disinari seribu bintang
saat gema takbir berkumandang
tiada yang lebih bermakna
selain membuka pintu hati
yang ikhlas bagi semua

Selamat Hari Raya Idul Fitri
mohon maaf lahir dan bathin……..

(Pondok Petir, 30 Agustus 2011)

Senin, 29 Agustus 2011

PERBEDAAN

Menunggu datangnya rembulan
yang dinanti dunia saat ini
meresahkan……..
mendebarkan……..
menyedihkan……..
namun dalam kesedihan ada kegembiraan
setiap pertemuan pasti ada perpisahan

Menanti tibanya bulan
yang menentukan kali ini
membingungkan……..
mengharukan……..
menggelisahkan…….
tetapi dalam kegelisahan ada kebahagiaan
setiap perbedaan pasti ada hikmahnya

Menunggu kepastian sabit
yang telah ditetapkan hari ini
meresahkan jiwa
mendebarkan hati
menyedihkan diri
membingungkan rasa
mengharukan kasih
menggelisahkan kalbu
merubah semua sikap
memperkaya ilmu
menambah nikmat tiada henti

Subhanallah……..
semua itu adalah sebuah rachmat…………….

(Pondok Petir, 29 Agustus 2011)